Metode dan Media Pembelajaran
Mempertahankan Eksistensi Mutu Pendidikan Agama Islam di Era Gempuran Zaman
Dewasa ini seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang sudah semakin pesat, pendidikan agama islam haruslah mampu untuk memposisikan diri sebagai pendidikan yang tidak hanya memberikan pemahaman secara normatif namun juga harus mampu untuk menginternalisasi ajaran itu kepada peserta didik, dikarenakan tujuan pendidikan itu adalah menjadikan seseorang menjadi orang yang beriman dan bertaqwa sesuai dengan ajaran yang dianutnya. Disinilah peran seorang guru untuk memberikan improve kepada peserta didik dengan memberikan dan memposisikan kurikulum dan metode yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin hari sudah sangat banyak corak dan warna.
Pendidikan agama islam bukanlah hal yang baru dalam kajian keilmuan, sudah beberapa abad ke belakang ini pendidikan agama islam seolah- olah kemudian sudah ditinggalkan oleh pemeluk-pemeluknya atau bahkan beranggapan mempelajari pendidikan agama islam itu adalah sesuatu hal yang terbelakang, karena hanya ber orientasi kepada akhirat saja, ini menjadi hal yang sangat memprihatinkan jika prinsip ini terus berkeliaran dalam lingkungan kemasyarakatan.
Pendidikan agama islam melalui sebuah metode sudah lebih dahulu diajarakan oleh para ulama sebelum sebelum ini, yaitu dengan metode ceramah, tanya jawab, uswah dan keteladanan, tapi dalam perjalanannya seiring berkembangnya teknologi metode ini sudah mulai ditinggalkan karena dirasa kurang menarik atau tidak lagi sesuai dengan zaman dan masanya. Walaupun kemudian pada fakta nya pelajarannya isi atau materi pelajarannya kurang menarik, tapi jika metode memberikan hal yang berbeda ini akan mempunyai daya tarik tersendiri untuk peserta didik.
Keseimbangan anatara metode dan kurikulum perlu diperhatikan sehingga bisa mecapai tujuan yang diharapkan dalam membententuk insan akademis yang beriman dan berakhlakul karimah. dan perlu kita dilihat dan diperhatikan adalah kurikulum serta metode itu berjalan beriringin, metode perlu juga kurikulum, artinya untuk mempertahankan eksistensi pendidikan agama islam itu adalah dengan cara mengintegrasikan secara holistik seluruh elemen-elemen konsep keilmuan sehingga dalam perjalanan pembelajaran pendidikan agama itu tidak kemudian dilihat dengan kacamata monoton atau berjalan ditempat.
Ada beberapa hal yang bisa kemudian dijadikan sebagai usaha dalam menjaga eksistensi pendidikan agama islam itu tetap berjalan sesuai dengan zaman tanpa kemudian mengurangi nilai atau valuenya
Mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum yang berkaitan, contoh secara sains penciptaan manusia dipandang dari segi perspektif agama dan ilmu sains.
Memberikan metode yang lebih aktif dan responsif sesuai dengan thema, praktek melempar jumrah, praktek shalat memandikan mayyit.
Melibatkan unsur atau lembaga yang kemudian bisa berjalan beriringan dalam memberikan pemahaman dan pelajaran untuk para peserta didik.
Memberikan fasilitas, sarana dan prasarana yang baik sehingga kemudian dalam langkah awal dan khir dalam pembelajaran bisa memberikan hasil dan harapan yang sesuai.
Memperbanyak interaksi belajar dengan konsep yang menyatu dengan alam, tadabbur alam dll.
Kesimpulannya adalah, perlu untuk tetap mempertahankan eksistensi mutu pai dikarenakan, ini menjadi hal yang sangat penting untuk pai tetap eksis dan sesuai dengan perkembangan zaman, jika pai terbelakang maka generasi akan amburadul dan tidak memberikan kontribusi kepada umat hanya kemudian melihat saja tanpa ada aksi yang nyata sebagai insan sejati.
Komentar
Posting Komentar