Pendidikan Agama Islam Sebagai Tameng Degradasi Moral dan Akhlak
Pendidikan Agama Islam Sebagai Tameng Degradasi Moral Dan Akhlak
Hasyim Azhari Siregar., S.Pd
Pemerhati Lingkungan Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Dalam defenisi pendidikan yang sudah sangat familiar tentu pendidikan juga seyogyanya mampu untuk kemudian memberikan dampak, efek, dan implikasi terhadap subjek yang mempelajarinya, pendidikan tidak hanya berkutat dalam ranah teoritis dan normatif saja tentu diharapkan adanya daya dorong kenapa PAI haruslah menjadi landasan dalam menjalani kehidupan dalam berbagai aspek yang notabenenya sebagai tameng dan protect kepada subjek nya dalam mengarungi kehidupan ini.
Ditengah terkikisnya nilai moral dan akhlak, para guru tentunya perlu memberikan pemahaman yang baik kepada para orang agar kemudian dalam penanaman nilai-nilai karakter itu haruslah ada kolaborasi antara guru, pendidik dan orang tua sehingga harmoni itu bisa menjadi sinergi untuk membangun kembali moralits dan akhlak yang sudah turun. Pendidikan Islam hadir sebagai tameng untuk degrasi ini.
Pendidikan agama islam dipandang mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pondasi kehidupan yang kuat kepada para generasi, dilihat dari segi muatan materinya yaitu tentang pendidikan ketauhidan yang menjadi dasar pokok untuk tumpuan kehidupan, selain itu ilmu ilmu yang memuat tentang hukum, sosial, dan kekeluargaan.
Para ulama’ terdahulu sudah memberikan beberapa keterangan tentang akan berubahnya zaman dengan perkembangan yang sangat pesat, dan juga sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyatakan (janganlah kamu meninggalkan generasi yang lemah) lemah secara iman, fisik, ekonomi dll. Ini menjadi bukti dasar kuat kenapa kita harus memberikan tameng pendidikan agama untuk para generasi kedepan.
Pendidikan agama islam hadir dengan berbagai konsep, yang tidak hanya tertuju kepada pembentukan akhlak, karakter namun juga kemudian bisa mengarah kepada konsep pendidikan yang bertahap dan proses untuk sebuah pemberdayaan umat.
Salah satu aspek tameng itu adalah Al-Qur’an sebagai media yang bisa dijadikan tumpuan dalam pemeliharaan generasi, walaupun kemudian dianggap sebagai media yang klasik namun media tersebut masih relevan dan bersifat universal dalam kehidupan yang dijalani sampai saat ini.
Kesimpulannya adalah, degrasi moral dan akhlak tidak bisa untuk kemudian dihindari untuk para generasi, karena masih bersosial dengan lingkungan, yang berkembang dan setiap saat akan timbul inovasi inovasi yang baru sehingga tidak menutup kemungkinan gesekan zaman itu akan tetap ada kepada setiap para generasi.
Komentar
Posting Komentar